Pengertian, Cara Kerja dan Prinsip Kerja Generator AC

Perkembangan teknologi menghadirkan banyak kemajuan dalam bidang otomotif. Bahkan saat ini sebagian sistem pendingin kendaraan sudah memakai prinsip kerja generator AC. Lantas apa saja kegunaan dan cara kerjanya. Kali ini akan dibahas lengkap semuanya.

 

Pengertian Apa Itu Generator

Generator menjadi salah satu alat yang mampu mengubah kinerja energi kinetik/magnetik menjadi sistem kerja energi listrik. Pada alat tersebut terdapat gerakan yang timbul dari pengaruh medan magnet kemudian menghasilkan energi listrik yang bisa langsung digunakan untuk menggerakkan peralatan listrik.

Energi listrik yang dihasilkan oleh generator melalui proses induksi dengan adanya putaran kumparan. Interaksi yang berputar tersebut Memang karena pengaruh telah pada kedua kutub magnet saat dihubungkan ke konektor. Kumparan yang berputar mengitari magnet kemudian menghasilkan energi magnetik. Energi kemudian diubah menjadi bentuk lain yaitu energi listrik.

Hasil dari listrik tersebut lalu disalurkan menuju ke sisi luar generator. Sebenarnya sistem yang terdapat pada generator AC terbilang begitu sederhana. Hanya saja diperlukan penelitian yang akurat untuk mengubah hasil energi tersebut.

 

Prinsip Kerja Generator AC

Jika dilihat dari sistem yang bekerja, prinsip kerja generator AC memang terbilang simpel. Memakai prinsip kinerja elektromagnetik yang dikembangkan sesuai dengan hukum Faraday. Dua komponen penting yang ada di dalam sistem kerja generator AC. Keterkaitan dua komponen tersebut akan memiliki peran yang penting untuk menghasilkan energi listrik.

Stator komponen generator akan menghasilkan magnet. Sedangkan rotor yang berputar padahal kumparan menjadi penentu besar kecilnya energi yang dihasilkan. Ketika stator bergerak di antara rotor, terjadi di arus listrik kemudian listrik tersebut mengalir keluar generator.

Apabila dilihat dari sistem kerjanya, generator AC memang berbeda dengan sistem yang bekerja pada generator DC. Apalagi generator DC memang hanya terdiri dari satu cincin sistem mesin generator. Karena memiliki perbedaan inilah, kedua generator AC maupun DC memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Tetapi prinsip utama keduanya tetap sama yaitu menghasilkan energi listrik.

Prinsip kerja generator AC mengacu pada induksi elektromagnetik dari pengaruh stator dan rotor. Ketika generator AC berputar pada sumbu, energi listrik yang dihasilkan/ keluar akan sebanding dengan kecepatan putaran yang bekerja. Jika putaran mesin generator berjalan dengan cepat, maka arus voltase yang dihasilkan menuju mesin juga semakin.

Pada generator AC, sistem yang bekerja untuk menyalakan mesin memiliki beberapa tipe penggerak. Secara umum, sistem penggerak yang bekerja menggunakan bahan bakar solar ataupun bensin. Sedangkan sistem generator dengan skala besar, tidak memakai sistem penggerak memakai angin, air ataupun turbin. Cara kerja generator memang masih sama meski sistem penggeraknya berbeda.

 

Perbedaan Generator AC dan DC

Setelah mengetahui prinsip kerja generator AC maka kamu juga harus mengetahui apa saja perbedaan pada sistem generator DC. Keduanya memang memiliki sistem kerja yang sama, tetapi yang membedakan antara generator AC dan DC ada pada sisi konektor penghubung. Pada sistem kerja generator AC, terdapat sistem dua cincin dengan menggunakan pengikat karbon pada kedua sisinya. Sedangkan pada generator DC, hanya terdapat satu konektor cincin dengan bentuk terbelah pada bagian tengah.

Generator DC memiliki konektor kumparan memakai sikat karbon yang disebut dengan commutor. Setiap ujung cincin akan mengalirkan arus listrik positif dan negatif menuju rotor. Generator AC menggunakan prinsip kerja arus bolak-balik, sedangkan pada generator DC memakai sistem aliran arus satu arah.

 

Itulah penjelasan lengkap mengenai prinsip dasar generator AC. Dengan memahami pengertian dan sistem kerjanya, kamu akan lebih mudah untuk menentukan jenis generator apa saja yang cocok untuk kebutuhan.