Mengenal Apa Itu Body Dismorphia

Body Dysmorphic Disorder (BDD) atau biasa dikenal sebagai Body Dismorphia adalah kecemasan yang mengarah pada ketidakpuasan terhadap bagian tubuh yang tampak tidak normal atau cacat. Seseorang dengan BDD mungkin merasa sangat terganggu atau sangat merasa tidak nyaman dengan suatu bagian tubuh, meskipun bagian tersebut tampak normal atau bahkan indah bagi orang lain.

Para pecinta gym dan olahraga sering terjebak dalam pola pikir yang membuat mereka merasa tidak puas dengan bentuk tubuh mereka. Mereka memiliki harapan untuk memiliki tubuh yang ideal dan sering membandingkan diri dengan atlet profesional atau bahkan dengan teman-teman mereka di gym. Ini dapat memicu rasa tidak puas dan mengarah pada Body Dysmorphia dan mempengaruhi hidup mereka.

 

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Body Dysmorphia Menurut Psikologi

Menurut ilmu Psicoologi, seseorang dapat mengetahui bahwa mereka memiliki Body Dysmorphia dengan melihat gejala-gejala yang umum terkait dengan kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mungkin memiliki Body Dysmorphia:

  • Pandangan terdistorsi tentang bentuk tubuh. Seseorang dengan Body Dysmorphia memiliki pandangan yang sangat kasar dan tidak realistis tentang bentuk tubuh mereka dan sering merasa tidak puas dengan bagian tertentu dari tubuh mereka.
  • Membandingkan diri dengan orang lain. Penderita BDD juga sering membandingkan diri dengan orang lain dan merasa iri pada mereka yang memiliki bentuk tubuh yang lebih baik
  • Rasa tidak percaya diri dan malu tentang bagian tubuh yang mereka anggap tidak sempurna.
  • Keterlibatan dalam aktivitas yang berhubungan dengan bentuk tubuh. Terlalu sering melakukan berbagai aktivitas untuk mencoba memperbaiki bagian tubuh yang mereka anggap tidak sempurna, seperti melakukan diet ekstrim, berolahraga berlebihan, atau memperhatikan rutinitas pembersihan tubuh.
  • Body Dysmorphia sering menyebabkan stres dan depresi karena seseorang merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman dengan bentuk tubuh mereka.

Peran Psikologi dalam Menangani Body Dysmorphia

Psikologi memegang peran penting dalam pengobatan Body Dysmorphic Disorder (BDD). Dalam hal ini, penderita BDD membutuhkan perhatian dan dukungan serius. Pengobatan BDD meliputi terapi, obat-obatan, dan kombinasi keduanya. Dengan Terapi perilaku kognitif membantu seseorang memahami dan mengatasi pandangan negatif mereka tentang bagian tubuh yang tidak puas, dan membantu mereka mempelajari cara berpikir positif. Sedangkan, terapi perasaan membantu seseorang mengatasi emosi yang mengarah pada perasaan tidak puas terhadap bagian tubuh.

Psikolog juga dapat membantu seseorang dengan BDD memahami bagaimana perasaan dan pikiran mereka mempengaruhi pandangan terhadap bagian tubuh, dan membantu mereka mempelajari cara berpikir dan berperilaku yang lebih positif. Selain itu, dapat membantu seseorang dengan BDD memahami bagaimana membuat perubahan yang positif dalam hidup mereka dan mengatasi masalah yang berkembang. Maka dari itu, ahli Psikologi menekankan pentingnya mengatasi Body Dysmorphia sedini mungkin untuk mengurangi dampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik seseorang.